PENDAHULUAN
Fisika merupakan
ilmu fundamental yang menjadi tulang punggung bagi perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Kontribusi fisika pada disiplin ilmu lain mendorong
laju perkembangan cabang-cabang ilmu baru, bahkan sampai menyentuh sendi-sendi
ilmu ekonomi yang ditandai dengan munculnya cabang ilmu baru, yaitu
ekonofisika.
Tentu siapapun
tahu,
symbol sains adalah rumus fisika Einstein E = mc2, symbol si
jenius adalah ilmuan fisika Einstein,
bahkan tokoh fisika ini telah dinobatkan sebagai manusia terhebat abad 20, mengalahkan semua tokoh dari bidang
apapun . sebagai salah satu wujud
kepedulian untuk mempropagandakan ilmu
fisika di Indonesia, yang sementara ini masih dianggap “ menyeramkan” kami
tergerak untuk menyusun makalah ini . Yang kemungkinan dapat membantu peserta
didik dalam mempelajari fisika khususnya dalam pembahasan “GELOMBANG”.
Fisika merupakan
dasar ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang gejala alam secara sistematis.
Ketika mempelajari Fisika, akan banyak ditemukan gejala alam yang dapat
dijelaskan didalamnya.
PEMBAHASAN
GELOMBANG
A.
Pengertian Gelombang
Apakah
gelombang itu? Gelombang dapat diartikan sebagai usikan atau gangguan yang
merambat. Usikan merupakan salah satu bentuk
energy. Jadi, gelombang merupakan fenomena
perambatan energy.
1. Jenis
– jenis Gelombang
Gelombang
dapat dikelompokan berdasarkan arah rambat dan medium perambatannya, yaitu sbb:
Berdasarkan
arah rambatnya gelombang dapat dibedakan sbb:
a.
Gelombang
Longutidinal
Adalah gelombang yang arah
rambatnya sejajar dengan arah getarnya, misalnya gelombang bunyi, gelombang
seismic (gempa), dan gelombang pada slinki.
Contoh: gelombang longitudinal pada
slinki, rapatan dan renggangan terjadi dalam arah horizontal, sejajar dengan
arah perambatan gelombangnya.
b.
Gelombang
Transversal
Adalah gelombang yang arah
rambatnya tegak lurus terhadap arah getarnya, misalnya gelombang cahaya dan
gelombang pada tali.
Contoh : gelombang pada tali merupakan
contoh gelombang transversal, arah getaran tegak lurus arah rambatnya.
Berdasarkan medium
perambatannya gelombang dapat dibedakan sbb:
a.
Gelombang
Mekanik
Adalah gelombang yang memerlukan
medium untuk merambat. Gelombang mekanik dapat berupa gelombang transversal
maupun longitudinal. Beberapa contoh gelombang mekanik adalah gelombang pada
tali (merambat melalui tali), gelombang permukaan air (merambat melalui
permukaan air), dan gelombang bunyi (merambat melalui udara), (gelombang
seismic merupakan contoh gelombang mekanik dimana gelombang ini merambat
melalui permukaan tanah, dalam ukuran tertentu gelombang ini bersifat merusak).
b.
Gelombang
Elektromagnetik
Adalah gelombang yang tidak
memerlukan medium untuk merambat. Dengan kata lain, gelombang elektromagnetik
dapat merambat di ruang hampa. Contoh gelombang elektromagnetik adalah
gelombang radio, gelombang mikro, sinar inframerah, sinar ultraviolet, sinar
–X, ( cahaya tampakmerupakan contoh gelombang elektromagnetik, warna – warna cahaya)
tampak dapat diamati dengan melihat warna – warni pelangi).
2. Sifat
– Sifat umum Gelombang
Sifat – sifat umum
gelombang
Gelombang memiliki sifat-sifat umum
sbb:
1) Dapat
dipantulkan (refleksi)
Refleksi biasannya dimiliki oleh
gelombang transversal yaitu gelombang cahaya. Kita dapat melihat benda-benda
yang ada di sekitar kita karena benda itu memantulkan cahaya.
Semua
gelombang dapat dipantulkan jika mengenai penghalang. Contohnya seperti
gelombang stationer pada tali. Gelombang datang dapat dipantulkan oleh
penghalang. Contoh lain kalian mungkin sering mendengar gema yaitu pantulan
gelombang bunyi. Gema dapat terjadi di gedung-gedung atau saat berekreasi ke
dekat tebing.
Pemantulan
(refleksi) adalah peristiwa pengembalian seluruh atau sebagian dari suatu
berkas partikel atau gelombang bila berkas tersebut bertemu dengan bidang batas
antara dua medium. Suatu garis atau permukaan dalam medium dua atau tiga
dimensi yang dilewati gelombang disebut muka gelombang. Muka gelombang ini
merupakan tempat kedudukan titik-titik yang mengalami gangguan dengan fase yang
sama, biasanya tegak lurus arah gelombang dan dapat mempunyai bentuk, misalnya muka
gelombang lurus, seperti yang terlihat pada Gambar
Pada
jarak yang sangat jauh dari suatu sumber dalam medium yang seragam, muka
gelombang merupakan bagian-bagian kecil dari bola dengan jari-jari yang sangat
besar, sehingga dapat dianggap sebagai bidang datar. Misalnya, muka gelombang
sinar matahari, yang tiba di Bumi merupakan bidang datar.
Pada peristiwa pemantulan, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 3,
berlaku suatu hukum yang berbunyi
a). sinar datang, sinar pantul, dan garis normal terhadap bidang
batas pemantul pada titik jatuh, semuanya berada dalam satu bidang,
b). sudut datang (θi) sama
dengan sudut pantul (θr).
Hukum tersebut dinamakan “Hukum Pemantulan”.
1) Dapat
dibiaskan (refraksi)
Gelombang dapat
mengalami pembiasan .Pembiasan dapat diartikan sebagai pembelokan
gelombang yang melalui batas dua medium yang berbeda. Pada pembiasan ini akan
terjadi perubahan cepat rambat, panjang gelombang dan arah. Sedangkan
frekuensinya tetap.
Perubahan
arah gelombang saat gelombang masuk ke medium baru yang mengakibatkan gelombang
bergerak dengan kelajuan yang berbeda disebut pembiasan. Pada pembiasan terjadi
perubahan laju perambatan. Panjang gelombangnya bertambah atau berkurang sesuai
dengan perubahan kelajuannya, tetapi tidak ada perubahan frekuensi. Peristiwa
ini ditunjukkan pada Gambar 4.
Gambar
4. Pembiasan gelombang.
|
Pada
gambar tersebut kecepatan gelombang pada medium 2 lebih kecil daripada medium
1. Dalam hal ini, arah gelombang membelok sehingga perambatannya lebih hampir
tegak lurus terhadap batas. Jadi, sudut pembiasan (θ2), lebih kecil
daripada sudut datang (θ1).
2) Dapat
dilenturkan (difraksi)
Gelombang dapat mengalami difraksi. Difraksi disebut juga pelenturan yaitu
gejala gelombang yang melentur saat melalui lubang kecil sehingga mirip sumber
baru.
Peristiwa difraksi atau lenturan
dapat terjadi jika sebuah gelombang melewati sebuah penghalang atau melewati
sebuah celah sempit. Pada suatu medium yang serba sama, gelombang akan merambat
lurus. Akan tetapi, jika pada medium tersebut gelomhang terhalangi, bentuk dan
arah perambatannya dapat berubah.
Perhatikan Gambar diatas. Sebuah gelombang pada permukaan air merambat lurus. Kernudian, gelombang tersebut terhalang oleh sebuah penghalang yang memiliki sebuah celah sempit. Gelombang akan merambat melewati celah sempit tersebut. Celah sempit seolah-olah merupakan sumber gelomhang baru. Oleh karena itu. setelah melewati celah sempit gelombang akan merambat membentuk Imgkaran-lingkaran dengan celah sempit tersebut sebagai pusatnya.
Perhatikan Gambar diatas. Sebuah gelombang pada permukaan air merambat lurus. Kernudian, gelombang tersebut terhalang oleh sebuah penghalang yang memiliki sebuah celah sempit. Gelombang akan merambat melewati celah sempit tersebut. Celah sempit seolah-olah merupakan sumber gelomhang baru. Oleh karena itu. setelah melewati celah sempit gelombang akan merambat membentuk Imgkaran-lingkaran dengan celah sempit tersebut sebagai pusatnya.
3) Dapat
dipadukan (interferensi)
Interferensi adalah
perpaduan dua gelombang atau lebih. Jika dua gelombang dipadukan maka akan
terjadi dua kemungkinan yang khusus, yaitu saling menguatkan dan saling
melemahkan. Interferensi saling menguatkan disebut interferensi kontruktif dan
terpenuhi jika kedua gelombang sefase. Interferensi saling melemahkan disebut
interferensi distruktif dan terpenuhi jika kedua gelombang berlawanan fase.
Interaksi
antara dua gerakan gelombang atau lebih yang mempengaruhi suatu bagian medium
yang sama sehingga gangguan sesaat pada gelombang paduan merupakan jumlah
vektor gangguan-gangguan sesaat pada masing-masing gelombang merupakan
penjelasan fenomena interferensi. Interferensi terjadi pada dua gelombang
koheren, yaitu gelombang yang memiliki frekuensi dan beda fase sama.
Pada
gelombang tali, jika dua buah gelombang tali merambat berlawanan arah, saat
bertemu keduanya melakukan interferensi. Setelah itu, masing-masing melanjutkan
perjalanannya seperti semula tanpa terpengaruh sedikit pun dengan peristiwa
interferensi yang baru dialaminya. Sifat khas ini hanya dimiliki oleh
gelombang.
Gambar
6. Interferensi gelombang tali.
|
Jika
dua buah gelombang bergabung sedemikian rupa sehingga puncaknya tiba pada satu
titik secara bersamaan, amplitudo gelombang hasil gabungannya lebih besar dari
gelombang semula. Gabungan gelombang ini disebut saling menguatkan
(konstruktif). Titik yang mengalami interferensi seperti ini disebut perut
gelombang. Akan tetapi, jika puncak gelombang yang satu tiba pada suatu titik
bersamaan dengan dasar gelombang lain, amplitudo gabungannya minimum (sama
dengan nol). Interferensi seperti ini disebut interferensi saling melemahkan
(destruktif). Interferensi pada gelombang air dapat diamati dengan menggunakan
tangki riak dengan dua pembangkit gelombang lingkaran.
Analisis
interferensi gelombang air digunakan seperti pada Gambar 7.
Gambar
7. Interferensi Gelombang Air.
|
Berdasarkan
gambar, S1 dan S2 merupakan sumber
gelombang lingkaran yang berinterferensi. Garis tebal (tidak putus-putus)
menunjukkan muka gelombang yang terdiri atas puncak-puncak gelombang, sedangkan
garis putus-putus menunjukkan dasar-dasar gelombang.
Perpotongan
garis tebal dan garis putus-putus diberi tanda lingkaran kosong (O). Pada
tangki riak, garis sepanjang titik perpotongan itu berwarna agak gelap, yang
menunjukkan terjadinya interferensi yang saling melemahkan (destruktif). Di
antara garis-garis agak gelap, terdapat pitapita yang sangat terang dan gelap
secara bergantian. Pita sangat terang terjadi jika puncak dua gelombang bertemu
(perpotongan garis tebal), dan pita sangat gelap terjadi jika dasar dua
gelombang bertemu (perpotongan garis putus-putus). Titik-titik yang paling
terang pada pita terang dan titik-titik yang paling gelap pada pita gelap
merupakan titik-titik hasil interferensi saling menguatkan.
4) Dapat
dikutubkan (polarisasi)
Gelombang yang hanya merambat pada
satu bidang disebut gelombang terpolarisasi linier, sedangkan gelombang yang
merambat tidak pada satu bidang disebut gelombang takterpolarisasi.
Keterangan :
(a) Gelombang terpolarisasi linier pada arah vertical
(a) Gelombang terpolarisasi linier pada arah vertical
(b) Gelombang terpolarisasi linier
pada arah horizontal
(c) Gelombang takterpolarisasi
Gelombang cahaya terpolarisasi adalah gelombang cahaya yang getarannya hanya dalam satu bidang, proses untuk mengubah cahaya takterpolarisasi menjadi cahaya terpolarisasi dikenal sebagai polarisasi.
(c) Gelombang takterpolarisasi
Gelombang cahaya terpolarisasi adalah gelombang cahaya yang getarannya hanya dalam satu bidang, proses untuk mengubah cahaya takterpolarisasi menjadi cahaya terpolarisasi dikenal sebagai polarisasi.
5) Disperse gelombang
Perubahan bentuk gelombang ketika
melewati suatu medium disebut disperse gelombang.
Gelombang longitudinal, seperti gelombang bunyi, kecil sekali mengalami disperse atau bahkan tidak sama sekali.
Gelombang longitudinal, seperti gelombang bunyi, kecil sekali mengalami disperse atau bahkan tidak sama sekali.
Sifat inilah yang digunakan dalam
pencitraan dengan mengunakan USG (Ultra Sonografi).
Gelombang cahaya mengalami disperse. Dengan sifat disperse gelombang cahaya pada prisma, kita dapat menentukan lebar spektrum matahari. Misalkan cahaya polikromatik (cahaya matahari) dilewatkan pada prisma dengan indeks bias n2 dalam medium berindeks bias n1, dan sudut pembias β seperti pada gambar dibawah ini.
Gelombang cahaya mengalami disperse. Dengan sifat disperse gelombang cahaya pada prisma, kita dapat menentukan lebar spektrum matahari. Misalkan cahaya polikromatik (cahaya matahari) dilewatkan pada prisma dengan indeks bias n2 dalam medium berindeks bias n1, dan sudut pembias β seperti pada gambar dibawah ini.
Besar sudut yang dibentuk antara
sinar yang masuk ke prisma dan yang keluar prisma disebutsudut deviasi.
Bila cahaya putih (polikromatik)
atau cahaya matahari melewati suatu prisma maka cahaya yang keluar dari prisma
berupa spektrum cahaya matahari yang terdiri atas warna merah, jingga, kuning,
hijau, biru, nilla, dan ungu. Penguraian warna polikromatik menjadi warna
monokromatik yang disebabkan oleh perbedaan cepat rambat dari masing – masing
warna disebut dengan disperse. Setiap warna cahaya memiliki sududt deviasi
minimum masing – masing.
1. Ciri-ciri
gelombang
Gelombang dapat dibedakan menjadi Gelombang Transversal dan gelombang Longitudinal, Gelombang transversal memiliki ciri arah rambatannya tegak lurus dengan arah getarannya, sedangkan gelombang longitudinal memiliki ciri arah rambatannya sejajar dengan arah getarannya.
Gelombang
dapat juga dibedakan menjadi gelombang mekanik dan Gelombang Elektromagnetik.
Gelombang mekanik memerlukan zat perantara (medium) dalam melakukan rambatannya,
contohnya gelombang yang terjadi pada tali. sedangkan gelombang elektromagnetik
tidak memerlukan medium atau zat perantara, contohnya cahaya matahahari bisa
sampai ke bumi walaupun harus melewati ruang hampa.
Gelomabang pada umumnya memiliki ciri-ciri sbb :
Gelomabang pada umumnya memiliki ciri-ciri sbb :
ü
Dapat dipantulkan atau berbalik arah
rambatannya (Pemantulan)
ü
Dapat dibiaskan atau dapat
mengalami pembelokan arah rambatan (Pembiasan)
ü
Dapat di difraksikan atau dapat
mengalami pelenturan.
ü
Dapat berinterferensi atau dapat
berpadu (Penguatan atau Pelemahan)
ü
Dapat didisversikan atau diuraikan,
contohnya cahaya putih (polykromatik) terurai menjadi cahaya monokromatik sbb :
merah – jingga – kuning – hijau – biru - ungu (me – ji – ku – hi – bi – u)
setelah melewati prisma.
2. Karakteristik
Gelombang
Selain sifat-sifat umum, gelombang
juga memiliki karakteristik atau sifat khas, berikut ini beberapa di
antarannya.
1.
Periodik
Gelombang bersifat periodic,
berarti gelombang tersebut memiliki siklus tertentu. Waktu untuk menempuh satu
siklus gelombang disebut dengan periode (T), jarak yang ditempuh gelombang
dalam satu periode disebut panjang gelombang (λ), sedangkan banyaknya gelombang
yang terbentuk dalam satu sekon disebut frekuensi (ƒ). Periode berbanding
terbalik dengan frekuensi , makin kecil periode makin besar frekuensi. Hubungan
kedua besaran itu dapat dinyatakan dalam bentuk persamaan
Ƒ = 1/T
Dengan T = periode (s) dan ƒ = frekuensi ( Hz).
Contoh:
Sebuah gelombang memiliki frekuensi
sebesar 2 siklus per sekon. Tentukan periode dan panjang gelombangnya jika
cepat rambatnya 2 m/s !
Jawab:
Dengan ƒ = 2 Hz dan ν = 2 m/s jadi,
T = 1/ƒ = ½ (Hz) = 0,5 s
λ
= νT = (2 m/s). (0,5 s) = 1 m
2.
Terjadi
karena getaran
Gelombang terbentuk karena adanya
getaran, yaitu gerak bolak-balik di sekitar titik keseimbangan. Simpangan atau
jarak terjauh dari titik keseimbangan disebut amplitude (A).
3.
Merambat
Gelombang merupakan fenomena
perambatan energy. Ada yang merambat, berarti ada nilai cepat rambatnya ( cepat
rambat gelombang adalah jarak yang ditempuh gelombang dalam satu sekon). Nilai
cepat rambat gelombang (ν) dapat ditentukan berdasarkan nilai panjang gelombang
, periode, dan frekuensinya sesuai dengan persamaan sbb:
ν
= λ/T atau ν = λ.ƒ
dengan T = periode (s), ƒ =
frekuensi (Hz) dan λ = panjang gelombang (m).
contoh :
sebuah sumber getar menghasilkan
gelombang udara sepanjang 2 m. bila cepat rambat gelombang 340 m/s, berapakah
frekuensinnya?
Jawab:
Dengan ν = 340 m/s dan λ = 2 m
ν
= ƒ λ
340 m/s = ƒ . 2
ƒ
= 340 / 2
= 170 Hz
4.
Dapat dinyatakan dalam bentuk persamaan
Sebuah gelombang dapat dinyatakan
dalam bentuk persamaan atau fungsi matematis. Persamaan atau fungsi gelombang
memuat informasi berbagai karakteristik gelombang itu seperti amplitude, cepat
rambat, periode, dan panjang gelombang. Oleh karena gelombang bersifat
periodic, maka persamaan gelombang menggunakan fungsi periodic juga.
Fungsi periodic yang sering
digunakan untuk menjelaskan persamaan gelombang adalah fungsi sinus dan fungsi
cosinus.
a. Fungsi
cosinus b.
fungsi sinus
A.
Persamaan Gelombang
Elemen
dasar sebuah gelombang adalah getaran. Untuk menyatakan suatu gelombang dalam
bentuk persamaan atau fungsi, kita memerlukan informasi tentang karakteristik
getaran pembentuknya, yaitu frekuensi (ƒ) atau periode (T) dan amplitude (A),
dan cepat rambat gelombang itu (ν).
1.
Persamaan
Getaran
Getaran adalah gerak bolak-balik di
sekitar titik keseimbangan. Misalkan, sebuah titik bergetar secara periodic.
Jika jarak simpangannya (y) diplot terhadap waktu (t), kita akan memperoleh
kurva fungsi periodic.
Kurva periodic dapat berupa kurva
sinus maupun cosines, jika pada saat awal (t = 0 sekon) simpangannya nol (y =
0), fungsi periodiknya adalah sbb:
y = A sin 2πƒt atau y = A sin 2π
t/T atau y = A sin ωt
dengan ω = 2πƒ adalah kecepatan
sudut getaran itu. ( jika pada saat t = 0, simpangannya 0, persamaan gelombang
lebih mudah menggunakan fungsi sinus karena sin 0 = 0).
Gambar 1. Fungsi sinus
Jika pada saat awal (t = 0 sekon)
simpangan maksimumnya (y = A),fungsi periodiknya adalah sbb:
y
= A cos 2πƒt atau y = A cos 2π t/T atau y = A cos ωt
(jika pada t = 0 simpangan
maksimumnya y = A, persamaan gelombang lebih mudah menggunakan fungsi cosinus
karena cos 0 = 1).
Gambar 2. Fungsi cosinus
Contoh:
1. Karakteristik
getaran pada sebuah gelombang ditunjukkan oleh persamaan y = 10 sin 6,28t,
dengan y dalam satuan cm dan t dalam sekon. Tentukan (a) amplitude, (b)
frekuensi sudut, (c) frekuensi gelombang itu !
Jawab:
Berdasarkan persamaan umum
gelombang , y = A sin ωt, dapat disimpulkan bahwa:
(a) A = 10
cm
(b) ω = 6,28 rad / s
(c) ƒ = ω / 2π
= (6,28 rad / s) / ((2)(3,14)) = 1 Hz.
Apakah perbedaan antara getaran dan
gelombang? Gelombang bersifat merambat sehingga memiliki besaran cepat rambat
atau kecepatan (ν). Oleh karena getaran merupakan elemen dasar gelombang, maka
getaran adalah amplitudo gelombangnya, frekuensi getaran adalah frekuensi
gelombangnya, dan periode getaran adalah periode gelombangnya.
Baik getaran maupun gelombang, keduannya
bersifat periodic. Persamaan gelombang bias diturunkan dari persamaan
getarannya dengan mempertimbangkan sifat perambatannya. Ada dua macam persamaan
gelombang, yaitu gelombang berjalan dan gelombang berdiri.
2.
Persamaan
Gelombang Berjalan
(a) Bentuk
kurva fungsi gelombang y (t) pada nilai x tertentu.
Titik
B dan F merupakan titik puncak atau titik perut gelombang, sedangkan titik C,
E, dan G merupakan titik simpul. Titik D merupakan titik lembah gelombang. Satu
siklus atau jarak 1 kali panjang gelombang adalah jarak antara dua puncak
berurutan atau jarak antara dua lembah berurutan, atau jarak tiga simpul
berurutan.
(b) Bentuk
kurva fungsi gelombang y (x) pada nilai t tertentu
Pada
grafik simpangan versus waktu (y-t) pada gambar (a), lebar jarak satu siklus
menunjukkan periode gelombang (T), sedangkan pada grafik simpangan versus jarak
tempuh (y-x) pada gambar (b), lebar jarak satu siklus merupakan panjang
gelombangnya (λ).
Pada
gambar (b) titik O dan E yang terpisah sejauh x memiliki orientasi gerak yang
sama. Berarti persamaan gelombang di titik O (pada x = 0) dan persamaan
gelombang di titik E (pada jarak x) tentu menghasilkan nilai yang sama.
Dimisalkan
gelombang merambat dari arah kiri . jika titik O telah bergetar selama t sekon,
titik E baru bergetar selama t-x / ν, dengan ν adalah cepat rambat gelombang.
Berdasarkan persamaan getaran dan subsitusi variable t dengan t-x / ν kita
peroleh persamaan gelombang di titik E adalah:
y = A sin ω
dengan subsitusi ν = λƒ, diperoleh
y = A sin
=
A sin
=
A sin
nilai
2π / λ memiliki sebutan khusus yaitu bilangan gelombang, disimbolkan dengan
k. dengan demikian, persamaan gelombang
berjalan yang merambat dari kiri adalah:
y = A sin (ωt –
kx)
sebaliknya
, jika gelombang berjalan itu merambat dari kanan persamaannya adalah:
y = A sin (ωt + kx)
contoh:
persamaan
gelombang transversal merambat sepanjang tali yg sangat panjang adalah : y = 6
sin (-0,02 πx + 4πt), dengan y dalam
satuan cm dan t dalam satuan sekon. Tentukan : (a) amplitude , (b) panjang
gelombang , (c) frekuensi, dan (d) cepat rambat gelombangnya!
Jawab:
Dengan
mengamati persamaan gelombangnya
y
= 6 sin (-0,02 πx + 4πt) atau y = 6 sin (4πt – 0,02 πx), diperoleh
(a) A
= 6 cm
(b) k = 0,02 ; berarti 2π/ λ = 0,02π sehingga λ =
100 cm.
(c) ω
= 4π ; berarti 2πƒ = 4π sehingga ƒ = 2 Hz.
(d) ν
= λƒ = (100 cm)(2 Hz) = 200 cm/s
3.
Gelombang
Stasioner
Gelombang
stasioner disebut gelombang berdiri.
Gelombang stasioner terbentuk akibat gerak medium yang berlawanan arah dengan
gelombang atau akibat pertemuan dua gelombang yang arahnya berlawanan. Contoh
gelombang stasioner adalah gelombang
pada tali yang digerakan terus menerus. Gelombang datang akan berintereaksi
dengan gelombang pantulan yang berlawanan arah membentuk sebuah gelombang
berdiri.
perbedaan antara gelombang berjalan dengan
gelombang stasioner . titik simpul pada gelombang berjalan selalu berubah
sesuai penjalaran gelombang, sedangkan titik simpul gelombang berdiri selalu
tetap posisinya.
Persamaan
gelombang dating (dari kiri) adalah yd = A sin (ωt – kx), sedangkan
gelombang pantulannya yang merambat dari kanan dan fasenya berubah 180ᵒ atau π
rad memiliki persamaan
yp
=
A sin (ωt + kx + π) atau y = -
A sin (ωt + kx)
hasil pertemuan gelombang datang dan gelombang
pantulan membentuk sebuah gelombang stasioner. Persamaan gelombang stasioner
hasil gabungan gelombang datang dan gelombang pantul itu dapat diperoleh dengan
menjumlahkan simpangan kedua gelombang.
y = yd
+ yp = A sin (ωt – kx) + (- A sin (ωt + kx))
berdasarkan
identitas trigonometri dapat kita peroleh persamaan gelombang stasionernya
adalah sbb:
y = 2A sin (kx) cos (ωt)
contoh:
Seutas
tali panjang yg salah satu ujungnya terikat pada tiang digetarkan terus menerus
hingga terbentuk gelombang stasioner dengan 8 perut dan amplitudo 10 cm serta
frekuensi 20 Hz. Jarak antara ujung yg digetarkan dan ujung terikat adalah 4 m. Tentukan (a)
panjang gelombang ,(b) cepat rambat gelombang stasioner, (c) bilangan
gelombang, (d) besar simpangan yg dialami sebuah titik yg berjarak 3,75 m dari
ujung tali yg digetarkan!
Jawab:
ƒ
= 20 Hz, A = 10 cm = 0,1 m
(a) Terbentuk
8 perut berarti ada 4 gelombang. Jarak antara kedua ujung tali 4 m, berarti panjang gelombangnya adalah:
λ
= 4 m / 4 = 1 m
(b) ν = λƒ = (1 m)(20 Hz) = 20 m/s
(c) nilai
k = 2π /λ = 2π /(1 m) = 2π m-1
(d) dengan
x = 3,75 m, kita tentukan dulu nilai t,
t = x / ν = 3,75 m /(20 m/s) = 0,1875 s.
y
= 2A sin (kx) cos (ωt) = 2 A sin (kx) cos (2πƒt)
= 2 (0,1) sin (2π(3,75)) cos
(2π(20Hz)(0,1875 s))
= 0,2 sin (7,5π) cos ((40π)(0,1875 s))
= 0,2 sin (7,5π) cos (7,5π)
= 0,2 (0,09) (-0,995)
y = 0,01791 m →0,02 m = 2 cm
DAFTAR PUSTAKA
Purwoko, fendi.
2009. Fisika 3 untuk SMA Kelas XII.
Jakarta : yudistira.
WWW. Goegle .
com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar